Ada satu baris yang terus bermunculan di timeline orang-orang soal Sujiwo Tejo, dan bagi banyak orang itulah yang membuat namanya meledak jadi viral: versi singkatnya sering dibagikan sebagai, 'Kalian piawai beretorika soal perubahan, tapi menolak jadi bagian dari perubahan itu.'
Kalimat itu muncul berkali-kali di screenshot dengan latar hitam-putih, dipotong dari potongan wawancara atau pidatonya, lalu disebarkan sebagai caption pedas di Twitter, Facebook, dan grup chat. Rasanya kena di banyak lapisan: politisi, birokrat, sampai teman kantor yang sok progresif tapi males bergerak.
Menurut pengamatanku, kombinasi antara bahasa yang puitis-sindir, timing sosial yang pas, dan format yang mudah dibagikan itulah pemicunya. Orang-orang suka kutipan yang bisa langsung dipakai sebagai sindiran di kolom komentar atau story—dan kutipan itu, walau sering diparafrasekan, punya daya tembak emosional yang kuat. Aku masih suka melihat versi-versi editnya, karena tiap orang memberi warna baru pada satu kalimat yang sederhana itu.