Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang
Dan tak hanya gitar, Tuan Kilian yang juga tergila-gila pada musik hingga memiliki perusahaan rekaman besar, mengizinkannya mengacak-acak ruang musiknya.
Beres dengan gitar, Kael berlatih piano, yang ternyata tak semulus gitar, meski kali ini jemarinya tidak terluka, tetapi waktu yang dibutuhkannya lebih lama. Kael sempat menangis putus asa dan menganggap dirinya bodoh karena tidak berhasil menguasai alat musik itu, tetapi begitu Tuan Kilian menyebut nama Elvara, semangat Kael kembali ke titik seratus persen, seperti handphone yang dicharge semalam suntuk. Dia pun kembali mengulang latihannya.
Hanya satu nama, hanya satu kali disebutkan, maka jangankan berlatih piano, disuruh meniti kobaran