NAFKAH YANG KAU MINTA KEMBALI
Suasana di rumah begitu sepi, tidak terdengar suara celoteh anak-anak yang biasanya menggema ke segala penjuru, aku jadi merindukan dua bocah yang super aktif itu.
Aku melongok melalu celah pagar, aku lihat mobil ada di garasi rumah. Aku ragu ingin membawa mobil itu, sebenarnya aku membawa kunci cadangan, tetapi bagaimana kalau Mirna dan anak-anak mau pergi. Mau menghubungi Mirna juga, nomor teleponku sudah dia blokir.
"Ah iya, aku kan ada nomor cadangan yang dulu khusus aku gunakan untuk menghubungi Nina," gumamku.