Dipaksa Nikah, Malah Kecanduan
“Tutup mata kamu, tarik napas pelan-pelan lewat hidung, tahan tiga detik, lalu buang lewat mulut. Fokus cuma sama itu. Dan kalau pikiran kamu lari ke mana-mana, cukup tarik balik pelan-pelan. Jangan lawan, cukup biarkan lewat.”
Savana mengangguk meski tak terlihat. “Saya coba, ya.”
“Kalau belum berhasil, besok kita atur waktu buat sesi. Tapi malam ini, kamu gak sendiri. Kamu baik-baik aja, Savana. Gak apa-apa kalau kamu belum bisa kuat sekarang. Pelan-pelan, ya?”
“Iya, dok,” balas Savana, kemudian mencoba intruksi yang diberikan Arfan. “Sudah, dok.”
Chapitres populaires