Terjebak Menjadi Istri Sang Bos
Ia memaksakan setiap sarafnya untuk tenang, mengunci rasa takutnya di balik topeng porselen yang ia bangun dengan darah.
"Aku hanya ingin tampil sempurna untukmu, Julian," ucap Aruna. Ia berbalik perlahan, membiarkan kain sutra merah itu jatuh membalut lekuk tubuhnya dengan sempurna. Ia melangkah mendekati Julian, membiarkan tumitnya mengeluarkan bunyi 'klik' yang tegas di atas lantai kayu. "Bukankah ini yang kau inginkan? Pengantin yang mampu membuat semua orang di pesta itu berhenti bernapas?"