Tetanggaku Luar Biasa
"Kemarin, saya numpang mobil A Reyhan, karena sepeda motor saya mogok, Mbak."
"Oh. Terus, sekarang gimana motor kamu?"
"Masih di bengkel, Mbak. Makanya, saya mau minta izin, buat numpang mobil A Reyhan lagi."
"Oh, silakan aja. Nggak apa-apa, kan, Mas?" Aku menoleh pada Mas Reyhan yang langsung mengangguk cepat. Walaupun kami sedang dalam keadaan tidak saling sapa, tapi di depan orang lain kami berpura-pura akur.