DOSA TERINDAH
Embun di balik jendela kamar membawa udara dingin menyerbu masuk ke dalam kamar.
“Sshhh! Dingin, Aya,” keluh Ivan yang masih bergelung dalam selimut.
“Tapi seger, Pi. Lebih seger dingin alami gini dari pada udara dingin dari AC.” Aku bebicara sambil meraih remote AC lalu menekan tombol off.
“Hari ini aku boleh berangkat duluan, ya, Pi. Ada desain yang mau segera dituntaskan.”