Ditolak Sopir Miskin
Aku mengambil tas dari Lestari, kemudian menyelipkannya di bagian depan bawah motor.
“Mas, aku, kok, agak gugup, yo?”
“Jangan gugup, berdoa!”
“Iyo, Mas,” sahutnya dengan kesal.
Aku hanya tersenyum melihatnya sewot.
Beberapa saat kemudian, aku menepikan sepeda motor tepat di samping rumah bercat putih. Halamannya luas, dan rumputnya tampak sangat indah serta terawat. Setelah mengucapkan salam sebanyak dua kali, perempuan paruh baya yang sangat kami kenal membukakan pintu. Ia tampak kaget melihat siapa yang datang. Wajah perempuan itu memucat, antara senang dan tak menyangka.
Bab Populer