Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Hanya ada kenangan, dan kenangan itu tidak cukup.
Kebutuhan fisik dan emosional yang tak terpenuhi, ditambah dengan kekacauan yang baru saja ia alami dengan Riani, mendidih menjadi sebuah dorongan yang gelap dan mendesak.
Tangannya, yang tadi dengan kasar menyentuh Riani, kini bergerak dengan hawa nafsu yang berbeda namun sama mendesaknya. Dia melepaskan celananya, dan di dalam kegelapan, dengan erangan tertahan dan wajah yang terbenam di bantal Dara, Rendra melakukan sesuatu untuk melepaskan hasratnya sendiri a.