Pesugihan Kandang Bubrah
"Aku baru sadar, Arif. Semua ini berkaitan dengan rencana pernikahan Gibran. Wanita yang akan dia nikahi, gadis itu… dia bukan sembarangan. Dia adalah gadis perawan yang tidak boleh dinikahi oleh sembarang orang. Dia adalah milik Danyang Desa. Mungkin kamu tidak tahu, tapi pernikahan itu tidak bisa terjadi begitu saja."
Arif terdiam, mulutnya terasa kering. "Apa maksudnya, Mbah? Gibran… dia akan menikahi gadis itu, kan? Apa yang salah dengan itu?"
Mbah Mijan mengangkat tangannya, memberikan tanda agar Arif diam. "Kamu harus mengerti, Arif. Danyang Desa tidak bisa begitu saja menyerahkan gadis itu untuk dinikahi. Gadis itu adalah titipan, bukan hanya dari keluarga, tetapi dari kekuatan yang l