Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Rasa sakit fisik dan luka batin memang membuatnya menyedihkan, tapi ia ingin berjuang demi sebuah pengakuan dari pria yang selama ini ia panggil Ayah. "Aku akan membuat Dewa itu jatuh hati padaku. Jika itu mustahil baginya, tidak untuk gadis sepertiku. Kita sama-sama makhluk Tuhan, tidak ada perbedaan," gumam Maisa mantap. Ia memaksakan hatinya untuk mengejar sang dewa demi sebuah misi egois. Namun sedetik kemudian, ia meremas dahinya sendiri. "Kenapa aku malah berharap rasa sakit itu datang agar dia muncul lagi? Gadis bodoh..." "Bagaimana dengan gadis manusia itu, Bimasena? Jangan pernah kau mencoba memainkan hatinya."
615 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

“Ceritakan pada kami, Eira. Jika kita ingin berjalan bersama, kita harus tahu apa yang kau sembunyikan.” Eira menunduk, jari-jarinya yang pucat menggenggam erat lututnya. “Aku… bukan hanya pewaris es. Aku adalah putri terakhir dari suku Arvell, suku pengembara di Pegunungan Aisvara. Kami hidup damai, hingga malam itu tiba.”
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

pedang, darah, dan jeritan bercampur jadi satu. “Benang Sutra Phoenix…” katanya pelan. “Aku sendiri yang ambil.” Pedang Dewa Ilahi bergetar di tangannya, seolah menyambut tantangan. Ia melompat. Menembus medan perang yang kacau. Meninggalkan keserakahan dan pembantaian di belakang... Sementara Lembah Rahasia Kultivasi, yang kini tak lagi menyimpan rahasia apa pun, mulai menelan para tamunya satu per satu.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 989 kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Duka Sang Putri Tertawan

Duka Sang Putri Tertawan

Dia hanya tidak mau melakukannya untukku. Aku meneguk sampanye sambil mendengar Isabel tertawa dan mengobrol dengan para tamu. Dia bercerita tentang masa pemulihannya di Negara Valedria, tentang betapa dia merindukan Mandala Jaya. Setiap kata terdengar anggun dan sopan. "Isabel itu gadis yang manis sekali," bisik seorang wanita di sebelahku pada temannya. "Lihat saja bagaimana Vincent menjaganya. Mereka pasti akan bersama."
8.9251.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai cerita dewsa
Tampilkan Ulasan (136)
Baca
+Pustaka
ailee
•ceritanya bagus dan krn cerpen jd tamat di bab 22. si fl nya juga sangat logis dan tegas. •kalau mau baca cerpen tinggal bayar untuk baca dgn pilihan seminggu/sebln/setahun, pilih mana suka. saran saya tdk perlu top up koin untuk baca cerpen ini, kecuali mau beri dukungan k author baru top up koin.
Nurlaily vianaz
Ini cuma smpe bab 22 ya? tp bagus deh klo cuma sampe situ dan tamat. Soalnya klo aku jd Sofia, gaakan pernah mau balik ke Vincent. Enak aja dia udh memperlakukan aku kyk gitu, trus mau minta balikan. Udh gitu Vincent ni tiap ngomong sm sofia kalimatnya kasar mulu. Aku jg pilih Alexander sm kyk Sofia
Baca Semua Ulasan
CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

Dewa sudah lulus kuliah, dan ia bekerja di perusahaan maskapai besar di negara singa. Dewa tersenyum, menyapa orang tuanya juga Araska yang sudah kelas empat SD. Sahila berjalan riang, menyapa semua anggota keluarga Rizal. Dewa mencubit pelan pipi Sahila gemas. Sahila cantik, rambut lurus panjang, kulit putih, begitu menggemaskan.
9.789.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

Namun belum sempat aku menjawab, Salsa tiba-tiba menimpali dengan nada sinis. “Yu, bangun, woyyy!” kekeh Salsa. “Duh, kayaknya ada yang panas, Sa! Dari tadi Dewi bahas dulu masalah kesuksesan dia. Eh, tahunya ada yang merasa lebih pantas!”timpal Mirna. Dewi datang melenggang dengan manisnya seraya memasukkan gawai ke dalam tasnya. Lalu duduk kembali di antara dua sahabatnya itu.
10261.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Selama ini Dewa tak bercerita banyak tentang keluarga, hanya berkisah mengenai penyakitnya. "Loh? Jadi?" Dewa tersenyum lalu menjelaskan bahwa istri pertamanya sudah meninggal. Lalu hampir dua tahun ini menikah dengan Dara. Hanya itu yang dia sampaikan. Bagaimanapun, Keysa orang baru. Tak mungkin dia membuka semua cerita. "Aku baru tau, Wa. Sorry gak maksud ngorek informasi tentang privacy kamu," katanya sambil fokus menyetir.
9.8189.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Patah Hati Membuat Tuan Presdir Jadi Hampa

Patah Hati Membuat Tuan Presdir Jadi Hampa

Nahas kisah cintanya tidak direstui oleh kedua orang tua Dewa, sehingga ia bertekad merebut pria itu dari tangan istri sahnya. Vinsensia mengenal seluk beluk vila ini, ia juga tahu Dewa sudah lama tidak pulang. Untuk itu Vinsensia menemui beberapa pelayan—menggali informasi. “Apa kamu tahu di mana Dewa tinggal?” Vinsensia mengiba dan menangis di depan pelayan itu. Pelayan mengangguk kecil tetapi menunduk dalam karena takut. “Tolong bantu aku, katakan di mana dia?” desak perempuan itu di tengah isak tangisnya.
1058.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah

Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah

Zhalika dan Ratih mulai sedikit kaget dan ketakutan. "Sudah Sadewa, sudah," ucap Daisah, mencoba melerai, sementara Bisma hanya diam, pasrah saja. Tangan Sadewa masih mencengkeram kuat kerah baju Bisma. "Lepaskan tanganmu Dewa," ucap tegas Daisah. Sadewa lalu melepaskan cengkraman tangannya, dan kembali duduk di tempat semula. Raut wajahnya masih memancarkan kegeraman.
1023.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 821 kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Pacar Sejuta Umat

Pacar Sejuta Umat

Dalam sekejap mama dan Dewa menoleh bersama ke arah pak Bagas, kemudian si mama kembali fokus pada ponsel milik anak sulungnya. "Mas, gara gara kamu, hamil nich. Mana males bangat yang mau pergi. Kamu harus tanggung jawab. Belikan aku nasi goreng sekarang juga." Dan mama pun langsung kembali menatap penuh selidik pada Dewa. "Ini siapa?" "Dwi ma "Dwi,---" "Teman kuliahku dulu, istrinya yang hamil, tapi mungkin dia mengira yang namanya Dwi itu perempuan." jawab Dewa yang tampak berubah warna wajahnya.
1034.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai cerita dewsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status