MasukImelda menemukan bukti pembayaran dokter kandungan dari rumah sakit. Tangannya gemetar. Tak berselang lama, ia pun bertanya kepada Rizal - suaminya, yang akhirnya membeberkan rahasia setelah beberapa bulan di pendam. Mimpinya hancur dalam sekejap, tangisnya ia rasakan sendiri. Secepat kilat ia bangkit, bukan untuk Rizal, tapi untuk kedua anak lelakinya. Imelda akan bertahan dengan pernikahan itu demi anak-anaknya, hingga, suatu hari ia menyerah, Imel ingin berpisah tapi Rizal berjuang mati-matian menahan kepergian Sang Istri yang ia cinta. Pertanyaannya, bisakah Imelda bertahan lagi, saat kedua putranya tau jika Rizal menikah lagi? "Ibu, ceraikan Ayah. Ibu berhak bahagia. Kami sudah besar, jangan berkorban lagi demi kami. Ayo Ibu, ceraikan Ayah." ucap si sulung yang di ikuti anggukan kepala putra bungsunya.
Lihat lebih banyak"Mas Rizal, anak-anak kenapa nggak ada yang telepon kita? Tumben banget hampir satu minggu nggak kasih kabar. Araska juga, katanya mau pulang kemarin, sampai hari ini mana? Koper-koper aja yang ada." Imel menggerutu sendiri, ia dan Rizal tengah asik menonton acara TV setelah pulang membeli sarapan bubur ayam di tempat langganan. "Lagi sibuk semua kali, Mel, udah biar aja. Kamu nggak masak buat makan siang?" Rizal meletakkan ponsel miliknya yang sedari tadi ia gunakan untuk membalas pesan singkat teman-teman warga komplek. "Nggak, biar Bibi aja yang masak. Aku kepikiran anak-anak, mana Ardan dan Sahila juga nggak kirim foto Reno sama Bima. Aku kangen cucu-cucu ku juga, Mas ...." Imel tampak kesal, bahkan sedikit menghentakkan kaki ke lantai. "Kok kamu kayak anak kecil gini? Udah tua sayang, uban mu mulai banyak," goda Rizal yang membuat Imel makin kesal. Mendadak muncul Gadis dari arah depan rumah, ia datang bersama Dewa. "Ayah ... Ibu ...," sapa Gadis. "Hai sayang!" teria
Imelda duduk di teras rumah, menatap area depan hingga garasi yang sudah di renovasi menjadi lebih lebar sehingga muat 3 mobil terparkir, karena Rizal memang membeli rumah sebelah kanannya yang sudah lama kosong. "Kenapa kamu bengong?" Rizal memeluk Imelda begitu hangat. Pelukan itu membuat Imel tersenyum lalu menoleh ke samping kanan. Wajah keriput Rizal bahkan tak melunturkan bagaimana Imelda mencintai pria itu begitu luar biasa. "Lagi mikir sisa usia kita, mau lakuin apa. Aku juga mikir, apa anak-anak bisa lepas dari kita dan hidup dengan baik." Helaan napas Rizal menerpa pipi kanan Imelda. "Jangan seperti ini mikirnya, nggak boleh, Mel." Rizal melepaskan pelukan, kemudian berpindah duduk di sebelah istrinya. Ia meraih jemari lembut wanita yang tetap cantik, digenggam erat. "Anak-anak sudah masuk di fase kehidupan yang baru, ada di posisi kita dulu. Kamu nggak bisa khawatir kayak gini. Kita ... cukup perhatikan, biarkan mereka berkreasi dengan rumah tangga mereka, kita nggak bis
Peresmian restoran masakan Indonesia milik Ardan dan Sahila berjalan begitu meriah. Araska bertepuk tangan sambil bersorak ke arah dua kakaknya, hal itu membuat seseorang yang setia berdiri di sebelahnya melirik jengah. Sahila melihat hal itu, sebagai seorang kakak, ia tak mau adiknya mencintai seseorang yang salah. Sahila mendampingi Ardan menjamu tamu undangan yang diantaranya banyak pejabat juga pengusaha sukses kenalan Praset. Dua kakak Sahila juga datang bersama keluarganya, hanya satu kakak lelakinya yang tinggal di London dan tidak bisa pulang ke Thailand. "Mas Ardan, aku ke Araska dulu, ya," pamitnya sambil mengecup pipi Ardan yang kala itu memakai kemeja putih pres body, celana panjang warna krem juga kacamata yang kini setia bertengger di hidung bangirnya. Sama seperti Araska yang memang berkacamata. "Hai, aku kira kamu jadi pulang ke Singapura semalam?" sapa dan sindir Sahila kepada perempuan yang tampak tak nyaman berada di sana. Araska melihat itu, tetapi seolah tertut
"Yakin mau di sini?" Sahila memeluk pinggang Ardan yang merangkul bahunya. "Yakin. Kita bisa mulai semua dari sini, hidup sederhana dan yang penting selalu bersama-sama." Ia mengecup pelipis Sahila. Mereka menatap ke ruko yang di sewa untuk membuka restoran masakan khas Indonesia. Ardan banting setir, menjadi pengusaha restorannya sendiri, dan Sahila mengatur kinerja harian. Keduanya memutuskan akan menetap di sana, merantau di negara yang tak asing bagi Sahila. Lingkungannya juga baik, tak jauh beda dengan di tanah air. "Mana bisa sederhana, kamu nggak lihat di belakang kita? Baru juga kita mau persiapan buka resto ini, mereka udah stand by." Sahila menoleh ke belakang, terlihat beberapa ajudan dari Praset berjaga di sekitar resto. "Kamu bilang sama Papi, jangan berlebihan. Anak-anak juga kasihan jadinya, La," bisiknya. "Iya, nanti aku bilang. Ngomong-ngomong, Reno sama Bima ke mana?" Wanita itu celingukan, mencari keberadaan dua putranya yang sejak beberapa waktu lalu tak tampak
Suasana acara 7 bulanan Sahila terasa hikmat, Ardan yang semula tidak menerima kehadiran si jabang bayi di dalam perut wanita itu, kini justru begitu bahagia saat hendak menjadi ayah dari anak keduanya.Kedua mata Sahila terpejam saat Ardan mencium keningnya lekat, sambil mengusap perut buncitnya. Se
Sahila dan Ardan bertemu muka dengan Meli, ibu kandung Reno saat wanita itu kembali dari luar kota. "Reno resmi jadi anak kami. Aku mohon, mulai sekarang ... setelah resmi semua dokumen Reno selesai, kita jalani hidup masing-masing. Kami akan membesarkan Reno dengan cara kami." Ardan sudah membuat k
Reno masih sesenggukan, pelukan erat terus Ardan berikan untuk putranya. Test DNA rasanya tak perlu, karena jelas sekali anak itu darah dagingnya. "Reno, maafin Papa, ya," lirih Ardan. "Reno bingung," ucapnya masih terus membalas pelukan Ardan. "Nggak perlu bingung, kamu anak Papa, Papa yakin. Papa
Mereka masih menutupi keberadaan Reno, bahkan saat keduanya menjenguk Gadis yang baru melahirkan di rumahnya, Reno ditinggal di apartemen seorang diri. Bocah itu tak akan ke mana-mana, Ardan juga sudah menitipkan pada sekuriti."La, jangan sampai keceplosan, ya," bisik Ardan saat mereka tiba di depan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak