Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dangerous Lies [Bahasa Indonesia]

Dangerous Lies [Bahasa Indonesia]

Jujur, Falri sedikit malu ingin menyampaikan permintaannya pada Glen. Mereka berdua makan hingga tanda tersisa. Pokoknya kalau kalian pergi ke dunia orange jangan lupa mampir ke pecel lele Bu Iy. Mantap, harga murah, kualitas mewah. Ihiy! "Jadi, apa yang mau lo omongin?" tanya Glen penasaran seraya mengusap mulutnya. "Anu. Gue mau anu." "Lo mau masturbasi? Heh?"
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Jaya pun membawakan makanan itu didekat Afrodit lalu duduk disebelahnya. "Apa kau mau makan sendiri?" tanya Jaya. Afrodit menggelengkan kepalanya. Jaya pun tersenyum. Dia pun mengambil daging ikan pepes lalu menyuapi Afrodit. Awalnya wanita itu merasa jijik dan enggan saat melihat daging pepes tersebut. "Tak usah khawatir. Di tempatku namanya adalah iwak pepes. Dibuat dengan bumbu rempah. Rasanya enak dan cukup untuk mengisi perut yang lapar..." kata Jaya.
1076.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

Meskipun terlihat higienis dari luar tetapi tidak menutup kemungkinan memakai penglaris yang bikin aku bergidik ngeri melihatnya. “Katanya uangnya limited tapi milihnya warung biasa,” sindir Syarifah. “Mau makan di sana yang restoran gede depan itu? Di sana ada makhluk kerdil yang jilatin kuah baksonya dan suka kencingin jus-jus yang diblender di dalamnya. Mau?” tanyaku menunjuk beberapa restoran yang berada di sekitar sana. “Hii! Nggak usah cerita deh, bikin gue mual deh,” ucap Syarifah.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Oleh anak-anak kampus biru lumut yang usil pengamen tua itu dijodoh-jodohkan dengan Mbah Darmo, karena hampir seusia. Jam satu sepuluh menit warung itu sudah tutup. Hampir saja Sarni Trilili lupa akan surat itu. Tapi ia diingatkan Ani Tembem. Ternyata surat dari Joko Pekik. Tubuh Sarni Trilili jadi mrinding membaca surat itu. Ternyata Joko Pekik sangat kesengsem akan dirinya. Bahkan syair pujian yang diselipkan sangat romantis, layaknya memuji dewi langit saja.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

“Lo tahu gak, gue pernah saking gak punya uang, gue harus memilih antara beli makanan atau pembalut. Padahal gue lagi deras-derasnya dan sedang jualan pula. Kalau kelihatan pelanggan bagaimana?” “Terus bagaimana?” “Gue akalin lilit pakai kain plus kapas buat menyerap, jadi kayak pakai popok, jalannya ngangkang,” kata Jessica sambil mencontohkan gaya dia berjalan waktu itu. “Gue ngakunya lagi sembelit, tiap kali ditanya orang.” Linda tertawa mendengar cerita itu. “Wah…. parah lo, gak pernah ketawa, tapi sekalinya ketawa, tertawa atas penderitaan orang. Jangan-jangan lo psikopat.”
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Apa itu?" Kartika melepaskan tindihan, kemudian mengambil posisi doggy dengan bokong menjungkit sehingga terpampang jelas lubang pelepasan yang sangat menggairahkan di mata lelaki yang mulai bangkit berlutut di atas kasur. "Kamu sudah pernah menikmati ini bersama adikku atau pacar sebelumnya?" Gilang sering melakukan dengan Tarlita. Tentu saja panggul punya temannya tidak seindah ini karena bukan bom seks.
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai cerita jilat pepek
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Salah Pilih Jodoh

Salah Pilih Jodoh

Tapi rasa benci dan muakku padanya masih lebih berkuasa saat ini. Aku pun mulai asyik bermain-main dengan PC Tablet. Kujelajahi sejumlah media online yang menayangkan berbagai macam berita. Kuketik di kolom search, ‘tukang pelet”. Setelah itu tampillah sejumlah berita mengenai hal itu. Kuklik salah satu di antaranya, dan kutunjukkan pada Syarif. “Hari gini kok masih ada orang yang suka main ilmu pelet seperti di berita ini, ya,” ujarku. Lantas dengan cermat kucoba memperhatikan seperti apa reaksinya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

Adnan menoleh, mengangguk pada laki-laki yang merelakan sedikit waktunya untuk membantu mereka. “Rasanya memang unik kalau dimakan pertama kali, tapi, kalau udah kebiasa makan, saya jamin rasanya jadi enak.” “No way!” Pekik Cinta. “This is first and will be the last, aku makan beginian.” Ia benar-benar tidak akan menyentuh makanan bernama jengkol lagi. Tidak sampai Tuhan memanggil dirinya. “Hiks! Dasar Penipu! Mana yang katanya jengkol seenak wagyu A5. Aaaakk!! Nggak akan lagi aku percaya sama pereview bodong!”
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

Pria yang tinggi badannya sama dengan Aditya itu, berpindah duduk bersila di lantai dekat kursi Alodita, supaya bisa meneruskan merujak. "Kalian ternyata sama-sama merak," cakap Aditya sambil menggeleng. "Aku happy, ada tambahan pasukan pengendali api," kelakar Alodita. "Next, aku yang bikin sambalnya, Teh. Resep dari Teh Divia," ungkap Pandu. "Yang pakai taburan kacang?" tanya Alodita. "Ya, khas Pontianak, itu. Favoritnya Bang Zein."
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

’ Hatiku melangitkan doa untuk ke sekian kalinya. Kami masih tenggelam dalam tawa yang menghanyutkan sekitar. Soto pesanan pun hampir habis. Kuputuskan mengoleskan kecap pada pipi Kalim. Ayuk lalu membalas olesan kecap ke pipiku. Mungkin memang benar, hal seremeh seperti itu tidak akan pernah terulang kembali saat kami dewasa kelak.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai cerita jilat pepek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status