Istri Gila Pak Dokter
Ia menarik kursinya perlahan, duduk, lalu menatap mereka bergantian.
"Ayo sarapan dulu! Kalian memerlukan banyak nutrisi agar bisa menangkap penjelasan guru di sekolah," ucapnya lembut, seperti setiap pagi selama bertahun-tahun ini.
"Papa! Nilai tugasku selalu seratus!" ucap Erika kecil dengan nada bangga, senyumnya lebar hingga kedua matanya membentuk bulan sabit.
Eira yang duduk di sampingnya langsung memalingkan wajah, berpura-pura kesal. "Aku juga nilainya selalu seratus! Tidak pernah pamer!"