Baru saja melihat postingan di forum sastra lokal tentang Fredy S, dan ternyata dia baru merilis novel berjudul 'Layang-Layang Putus'. Aku langsung penasaran karena karyanya sebelumnya selalu punya kedalaman emosi yang jarang ditemukan di penulis lain. Dari ulasan awal, novel ini bercerita tentang seorang anak yang kehilangan ikatan dengan kampung halamannya, ditulis dengan gaya puitis khas Fredy. Ada yang bilang ini semi-autobiografi, tapi belum ada konfirmasi resmi. Aku sendiri sudah memesan bukunya dan tidak sabar untuk menyelami dunia barunya.
Yang menarik, sampulnya didesain oleh seniman indie ternama, menampilkan ilustrasi layang-layang dengan benang merah yang terputus di langit senja. Detail kecil seperti ini selalu bikin kolektor buku seperti aku semakin antusias. Menurut rumor, Fredy menghabiskan tiga tahun untuk riset budaya lokal sebelum menulis, jadi pasti ada banyak elemen autentik yang ditunggu-tunggu penggemarnya.