Wanita Bercadar Itu, Istriku
Menerima kenyataan bahwa mengikhlaskan dia untuk bahagia adalah bukti paling nyata dari cinta yang kupersembahkan untuknya.
"Maaf, Pak. Ada tamu yang ingin bertemu dengan Bapak. Dia seorang wanita," terang Hesti ketika aku baru saja mengecek beberapa laporan.
"Wanita? Siapa?"
"Saya juga kurang tahu, Pak. Tapi penampilannya sangat tertutup."
"Tertutup?"
"Iya, Pak. Dia memakai jilbab lebar juga cadar. Penampilannya mengingatkan saya pada .... Bu Khanza," terangnya dengan suara lirih di akhir kalimat.