Wanita Hina Bernama Nania
“Nan, aku tak pernah melihat wanita selemah kamu. Kamu pikir aku peduli dengan semua omong kosong ini? Asal kamu tahu, aku akan mendapatkan apa yang aku mau dapat, dan sekarang yang aku mau hanya kamu.”
“Tuan ....”
“Jangan beralasan dengan berkata bahwa kamu hina dan semacamnya, Nan. Bagiku, kamu hanya wanitaku. Itu saja.”
Brata bisa melihat Nania yang tak berani menatapnya. Ada keraguan besar di tubuh mungil itu, dan membuat Brata ingin sekali memeluknya. Tapi hal itu berhenti mana kala ponselnya berdering.
“Halo?” Budi berusaha menjelaskan apa yang dia dapat. “Bagus. Bawa kasusnya ke polisi, kalau perlu, bawa media agar pria nakal itu viral.”
Bab Populer