Diary Sang Kupu Kupu Malam
“Siapa namamu?
“Tenang saja! kau tak perlu takut dan cemas berhadapan dengan kami. kami juga sama sepertimu, terjerat kasus, tetapi kau masih beruntung. Besok juga kau akan segera lepas dan pergi dari sini.”
Ucap wanita itu. Aku hanya bisa terduduk diam menahan luka yang semula memang robek di kakiku. Sudah terlihat sembuh dan ya, untunglah aku masih bisa berjalan walaupun terlihat terseok-seok dan dibantu orang lain dan para petugas saat itu. Mereka tak punya pilihan harus mendekam di tempat itu, mereka juga punya keluarga bahkan ada yang sudah menikah. Suami mereka kerap mengunjungi mereka atau tidak sama sekali terkadang. Walaupun mereka sudah berubah saat ini, tetap saja masa lalu yang m