Cinta di Antara Sawah
Gue gak punya apa-apa, tapi gak boleh nyerah, pikirnya, inget ancaman sawah dibakar.
Sari tersenyum kecil, matanya penuh harap. “Makasi, Ardi. Bapak orang baik, kayak Bapak bapak yang bela sawah,” katanya, suaranya hangat, bikin Ardi ngerasa dihargai. Mereka ngobrol lebih lama, cerita soal impian dan kenangan. Sari cerita ibunya pernah main wayang orang di pasar malam Solo, bikin penonton joget meski cuma pake lampu minyak. Ardi cerita ibunya nyanyi “Lir Ilir” sambil jual jamu, bikin anak-anak desa ikut nyanyi di jalan tanah. Chemistry mereka tambah kuat, tapi sopan, penuh respek, sesuai baru kenal.
Sikat na Kabanata