Kamulah Takdirku
Nay tersenyum mengangguk.
“Berarti kita cetak spanduk, banner, sama nyebarin brosur untuk judul dan desainnya sudah fix yahh, gimana ketua?” tanya Nay pada presentasinya. Satu bulan lagi kampus mereka milad yang ke 25 tahun, Nay dan teman-temannya mendapat tugas membuat Pensi di siang hari menjelang sore dan malamnya akan ada bazar sekaligus penutupan dari rektor, berhubung Nay dalam tahap ‘dihukum sang ayah’ Nay tak berani mengambil job untuk malam hari, ini saja ia harus membawa teman-temannya agar diberi izin untuk pulang terlambat karena rapat untuk Pensi yang sedang ia dan teamnya tangani.
“Nyebar brosur sama banner aku aja, aku sekalian bantu Azka nyebar tiket konser,” tawar Nay mengam
Bab Populer