Ada satu kutipan tentang cermin yang sering aku lihat beredar di timeline media sosial belakangan ini: 'Cermin tidak pernah berbohong, tapi juga tidak pernah mengatakan yang sebenarnya.' Kalimat ini bikin aku merenung cukup lama. Di satu sisi, cermin memang menunjukkan refleksi fisik kita apa adanya, tapi di sisi lain, ia tidak bisa menangkap esensi diri yang sebenarnya - kepribadian, perasaan, atau cerita di balik wajah yang terpantul.
Yang menarik, kutipan ini sering dipakai dalam konteks self-love dan penerimaan diri. Banyak kreator konten memakainya untuk mengingatkan bahwa penampilan fisik hanyalah lapisan terluar. Aku sendiri suka membayangkan ini seperti adegan di 'Black Mirror' dimana teknologi bisa memutarbalikkan persepsi kita tentang realitas. Cermin mungkin benda sederhana, tapi filosofinya dalam.