Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
REFLECTION

REFLECTION

Alfa bergerak maju, ia hendak memecahkan cermin itu. “Sel, tolong lemparkan batu rubi dalam tasku. Aku perlu itu untuk menghancurkan benda terkutuk ini.” “Terkutuk katamu?” cermin itu mendengar kalimat kasar Alfa. Ia membanting tubuh pemuda itu tiga kali dan membuatnya tak berdaya. “Sel, pecahkan cerminnya, itu adalah satu-satunya cara,” ucap Alfa sambilterbata-bata menahan sakit tubuhnya yang terasa.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
You're My Mirror

You're My Mirror

Sekali lagi ia membolak-balikkan cermin itu. "Cih! Si Cantik yang tak berakhlak!" sarkasnya mengingat bagaimana buruknya perilaku ibu tiri dari Snow White, kemudian dengan santai ia melayangkan cermin di genggamannya ke sembarang arah dan kembali berbaring, menganggap tidak penting cermin cantik tersebut. Untung saja cermin itu tidak menyentuh lantai, terjatuh tepat di bibir kasur membuatnya sedikit aman dari benturan dan pecah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

“Kau apakan wajahku?” Dev meraba wajah dengan keterkejutan yang bergelimang. Merasa sangat asing dengan sosok yang memantul di cermin. Tidak pernah terlintas bahwa ia akan mengalami hal sepahit ini. “Jangan terkejut! Patutnya kau bersyukur karena kerusakan itu masih bisa diperbaiki,” ujar Joana. “Hah!”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Dengan perut yang sangat besar, aku menyeret diriku di lantai, merangkak menuju pintu baja yang berat itu. Tepat saat pintu itu menutup dengan dentuman keras yang mengguncang, jariku terjepit di kusen. Aku mendengar suara tulang yang patah, renyah dan mengerikan. Rasa sakit baru menghantam, menenggelamkan siksaan obat dalam tubuhku. Aku menjerit sekuat tenaga, teriakan melengking merobek tenggorokanku.
56.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
PEDANG NAGA LANGIT

PEDANG NAGA LANGIT

Hanya detak jantung dan satu kalimat yang terus berdengung di dalam kepala: ‘Keputusan yang mustahil’. Tiba-tiba—DUM! Tanah bergetar. Gema berat menyentak ruang refleksi. DUM! DUM! Suara seperti langkah kaki raksasa. Tapi tidak ada makhluk besar. Hanya kilatan cahaya dari cermin-cermin yang mulai pecah satu per satu. CRAAAK! Satu cermin di belakang Li Feng retak. Lalu meledak menjadi ribuan serpihan kaca.
8.44.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
Takdir Istri Pengganti

Takdir Istri Pengganti

Prang! Suara pecahan kaca berserakan di ruangan itu. Adi menghancurkan sebuah cermin besar dengan tangannya, darah segar pun mengalir dari tangan laki-laki itu. Namun, ia tidak merasakan apa-apa. Baginya, rasa sakit akibat pecahan kaca itu tidak seberapa dibandingkan rasa sakit saat melihat Risa terluka karena ulahnya. “Argh … bodoh-bodoh! Kamu bodoh banget, Adi!” teriaknya sambil menatap pantulan dirinya pada cermin yang telah pecah.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
Menjinakkan sang Alpha Tiran

Menjinakkan sang Alpha Tiran

tanya Laila yang melihat keterdiaman sang Nona "Cermin" Laila segera memberikan cermin yang di minta oleh Aila. Begitu sudah berada di tangannya, segera dia raba wajahnya dan melakukan berbagai ekspresi konyol. Begitu menyadari wajah itu adalah dirinya, Aila berteriak dan melepaskan genggamannya pada cermin yang dia pegang hingga pecah. 'Itu aku? Tapi bagaimana bisa? Wajahnya begitu berbeda dengan ku? Apa yang sebenarnya terjadi?' batin Aila bertanya-tanya
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
 PEWARIS PARFUM PENGGODA

PEWARIS PARFUM PENGGODA

Brak! Cermin itu pecah berkeping-keping. Retakan menjalar ke seluruh permukaan sebelum pecahan-pecahannya berjatuhan ke lantai. Namun di setiap serpihan kaca, sosok yang sama masih terlihat. Puluhan pantulan itu tetap tersenyum sambil menatap Arga. Lalu suara tawa mulai terdengar, mula-mula hanya satu, kemudian semakin banyak
10333 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

"Aku adalah bayanganmu yang paling gelap, Alia. Selama ini, kamu berusaha mengabaikanku, tetapi aku tetap ada di sini, menunggu untuk keluar." Seketika, cermin itu pecah dengan suara keras yang menggema di seluruh ruangan. Potongan kaca berjatuhan ke lantai, namun di antara pecahan itu, Alia masih bisa melihat wajah itu wajahnya yang berubah menjadi sangat buruk rupa, tertawa tanpa henti, semakin mengerikan.
550 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Keris Naga Perak

Legenda Pendekar Keris Naga Perak

“...bukan bagian dari dunia nyata.” Suaranya tenggelam oleh bisikan yang keluar dari cermin. Bukan pantulan dirinya, tapi... wajah-wajah. Tua, muda, rusak, menyeringai. Beberapa menangis. Semua mengenalnya. Tapi tak satu pun adalah dirinya. Salah satu cermin pecah dengan sendirinya. Retakannya membentuk pola aneh seperti akar. Di belakangnya, ada sebuah mata yang mengintip, menyala merah menyala.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai buruk muka cermin dibelah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu kutipan tentang cermin yang sering aku lihat beredar di timeline media sosial belakangan ini: 'Cermin tidak pernah berbohong, tapi juga tidak pernah mengatakan yang sebenarnya.' Kalimat ini bikin aku merenung cukup lama. Di satu sisi, cermin memang menunjukkan refleksi fisik kita apa adanya, tapi di sisi lain, ia tidak bisa menangkap esensi diri yang sebenarnya - kepribadian, perasaan, atau cerita di balik wajah yang terpantul.

Yang menarik, kutipan ini sering dipakai dalam konteks self-love dan penerimaan diri. Banyak kreator konten memakainya untuk mengingatkan bahwa penampilan fisik hanyalah lapisan terluar. Aku sendiri suka membayangkan ini seperti adegan di 'Black Mirror' dimana teknologi bisa memutarbalikkan persepsi kita tentang realitas. Cermin mungkin benda sederhana, tapi filosofinya dalam.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status