Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

PRANG! Renata melempar gelas kaca sembarangan hingga membuatnya pecah menyebar ke segala arah. Pecahan kaca mengenai ujung jarinya cukup dalam membuatnya meringis kesakitan. Renata adalah definisi wanita yang tak mampu mengendalikan dirinya. Hidupnya hanya penuh dengan emosi dan Feray benci akan itu.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

Risa memandang cermin yang menampilkan dirinya. Dia memakai gamis model sederhana tapi sangat pas di tubuhnya. Kerudung yang biasanya model instan pun sekarang berganti dengan pashmina. Cantik. Risa segera menyelempangkan tas, memakai helm dan mengambil kunci motor. Saat keluar dari dalam rumah Risa mendapati ibu-ibu tengah ngerumpi di halaman tetangga sebelah seperti biasa.
1017.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 516 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Tujuh buah Cunduk Mentul emas ditancapkan satu per satu di atas sanggulnya, menciptakan mahkota yang megah sekaligus klasik. Saat fajar mulai menyingsing, Selin berdiri di depan cermin mengenakan kebaya putih dari brokat french lace yang pas melekat di tubuhnya. Ia menatap pantulan dirinya dan hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Ia benar-benar pangling. Hari ini, ia akan menjadi istri Rendra. “Astaga Selin,” suara mamanya memanggil lembut dari belakang.
10832 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Bayangan di Balik Cermin

Bayangan di Balik Cermin

tanya Alex kepada teknisi forensik yang sedang bekerja. Teknisi itu, seorang wanita muda bernama Karen, menjawab dengan hati-hati. “Cermin ini tampaknya berasal dari kamar mandi di lantai atas. Kami menemukan bingkai yang sesuai di sana. Namun, kami belum menemukan sidik jari atau bukti lain yang signifikan di cermin ini.”
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Bayangan Dibalik Cermin

Bayangan Dibalik Cermin

“Cermin ini… wajahku tampak aneh di sini…” Saat Mira menyentuh cermin, wajahnya di dalam pantulan berubah menjadi sosok yang menyeramkan dengan mata kosong dan senyum yang lebar. Mira terkejut dan mundur sambil menjerit. “Andi! Rani! Wajahku… wajahku berubah!”
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
RIAN RAINA

RIAN RAINA

Luna menarik lengan Risa lalu segera pergi dari sana agar tidak dimarahi oleh Rian. ***** Raina terkejut saat melihat Rian yang sedang duduk di teras rumahnya. Raina yang tadinya ingin pergi ke minimarket pun, mengurungkan niatnya lalu mendekati Rian yang sedang menatapnya. "Ngapain lo ke sini?" tanya Raina. "Kenapa telfon gue gak dijawab?" tanya Rian tanpa menjawab pertanyaan Raina.
9.352.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

gumam Ayu. Tirta melirik sekeliling. "Kau yakin ini bukan karena kota ini memang disiplin? Mungkin rajanya perfeksionis." "Bukan. Lebih seperti... ada sesuatu yang disembunyikan." Rakasura tidak menyahut. Ia berhenti di depan sebuah kios bunga besi. Kelopaknya ditempa dari logam tipis, dirangkai seperti anyaman. Di bawahnya tertulis: Kuil Cermin — bunga untuk para roh yang terpecah.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Cermin Ketiga

Cermin Ketiga

Tapi terlalu terlambat. --- Pengkhianatan di Tengah Ritual Tepat saat Arsita akan menyegel cermin dengan kristal reflektum, Risa melangkah ke depannya… dan menusuk Jonathan dari belakang. > “Maaf. Tapi gue gak bisa kehilangan kesempatan jadi abadi.” Arsita berteriak. Kristal jatuh. Ráven tertawa gila. Cermin utama mulai menyala terang.
730 viewsOngoingIdinagdag sa Library 24 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Cahaya yang tadinya stabil mulai berkedip, memantul tak menentu ke dinding-dinding batu. “Kau melakukan apa?” Ravia berteriak, kali ini pada cermin—bukan pada Ren. Ren merasakan jeratan pasir di tubuhnya melemah. Ia mengangkat kepala, jantungnya berdegup liar. “Lian…” bisiknya. PRANG! “Apa yang kau lakukan?!” jerit Ravia histeris pada kolam kosong itu. Permukaan cairan logam di kolam Cermin Nasib berhenti berputar. Cahaya perak menyilaukan yang memancar darinya berkedip sekali lagi, kemudian mati.
1013.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 273 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu. “Jangan sentuh cermin di pojok itu, ya, Ria,” pesan Kiran serius. Ria tidak akan penasaran lagi, tampaknya ada aura misterius yang terpancar dari cermin itu. Mata Ria berbinar kagum menatap koleksi foto Kiran yang begitu lengkap, mulai dari masa bayi hingga menginjak remaja. “Gak adil, muka kamu gak berubah dari kecil.”
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 61 Beses bilang cermin rias
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status