Desah Di Kamar Sebelah
Padahal, ingin sekali kuempaskan seluruh peralatan make up milik Nami ke lantai.
“Ah, tidak apa-apa, Ina. Santai saja. Bukankah, dulu kamu juga pengguna merek-merek ini? Sekarang, kamu juga bisa memakainya lagi. Cuma, yang ini warnanya merah cerah dengan aksen gliter yang agak mengkilap. Tidak begitu tahan lama di bibir, tetapi sangat mengesankan kemewahan yang indah. Ayo, sini aku coba ke bibirmu.”