Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Kamu, sih! Cerobohnya bukan main! Dasar bodoh!”
Terperanjat aku ketika mendengarkan kata-kata Mas Hendra dari balik pintu. Mas, benarkah firasatku?
***
“Jangan sampai, perjuangan kita selama ini sia-sia karena ketololanmu!”
Di balik pintu, aku berdiri dengan kedua tungkai yang gemetar. Dua telapak tanganku pun sontak basah akibat keringat dingin yang mendera. Perjuang kita selama ini? Ya Allah … apa yang tengah dibicarakan suamiku? Betulkah lawan bicaranya tersebut adalah sahabatku sendiri?