Tetanggaku Maduku
Ambu terus mencecar.
Kali ini Ayu mencoba tenang. Dia tidak boleh gemetar. Toh, Ayu korban, bukan pelakunya. Dia menghela nafas panjang, berharap ketenangan menyusup rongga dada.
"Sama suaminya, Ambu. Dia di sini hanya sembilan bulan. Suaminya tengah bekerja, jadi dititipkan di sini. Rumahnya juga di sebelah rumah kami," papar Ayu, sedikit membuat wajah mertuanya berubah rileks.
Bab Populer