KEMBALINYA SANG RATU
Ia mendorong pertukaran pengajar antardaerah, sehingga seorang tukang perahu dari Buton dapat mengajar di Sumba, sementara seorang penenun dari Alor dapat mengajar di Mentawai.
Ia juga mulai mengembangkan Bank Cerita—sebuah perpustakaan digital yang hanya memuat cerita rakyat, puisi, doa-doa lama, dan petuah-petuah dari masa silam. Semua ditulis ulang oleh murid-murid dengan cara mereka sendiri. Dengan ilustrasi, dengan tarian, bahkan dengan sandiwara boneka. Di sini, cerita tidak dibekukan menjadi teks, tapi dihidupkan menjadi pengalaman.
Satu malam, ketika bulan hampir penuh, Lintang berjalan sendiri ke tepi hutan. Ia duduk di bawah pohon tua dan menulis dalam buku kulitnya: