SUAMI TOXIC
Tanpa terasa air mataku menetes, ada rasa rindu mendera di hati, ada rasa ingin berada di sampingnya di saat dia sakit seperti ini.
“Mas. Kamu baik-baik saja, kan?” ucapku sambil memandangi foto profilnya.
“Cepat sembuh. Cepat hubungi aku, ya Mas,” isakku.
Kucoba mengetik pesan untuknya.
[Mas. Kamu baik-baik saja?]
[Kata ibu, kamu sakit kepala. Sekarang bagaimana keadaan kamu?]
Pesanku hanya terkirim, belum dibaca olehnya.
Hot Chapters