Terjerat Takdir Tuan Saka
"Teman? Teman atau pacar?"
Saka membuka room chat yang sebelumnya Arum buka. Jemarinya menggulir layar, matanya membaca cepat apa saja yang menjadi topik pembicaraan. Dan yang membuat Arum semakin terdiam, ketika Saka mulai membaca pesan-pesan itu dengan lantang.
"Langsung lanjut rapat, ya? Sebentar aku ke sana antar makanan."
"Rum, Arum... Aku tadi sempat ke ruang kesehatan, tekanan darahku turun, hehe."