Kutukan Mantan Terindah
Zura.
Zain tak berkata apa-apa. Dia hanya melangkah mendekat, membiarkan langkahnya berbicara lebih dulu. Zura menoleh, senyum kecilnya muncul seketika.
“Kamu datang,” ucapnya singkat, namun matanya berbinar.
“Kamu bilang aku akan suka konsepnya,” jawab Zain. “Dan kamu benar.”
Zura tertawa kecil. “Booth ini aku namai Rumah Sementara. Filosofinya, kadang kita harus belajar tinggal di tempat yang tak tetap, agar tahu apa arti pulang.”
Hot Chapters