My Favorit Servant
Dia memperhatikan sekitar, lalu menarik napasnya dan melangkah lagi sambil mulai memakan cokelat itu.
"Enak, sepertinya tidak mungkin Tuan Muda meracuniku. Memangnya dia mau mendapat perkara? Setidaknya, cukup menjadi angkuh, jangan menjadi pelaku kriminal juga," batinnya sambil menggigit lagi cokelat besar itu.
Bersenandung pelan, dia membuka pintu kamar. Arinda menutup pintunya lagi, melangkah menuju ranjang, dia masih menjilat dan menggigiti cokelat itu seperti anak kecil.
Hot Chapters