Di Indonesia, kebiasaan memakai cincin lamaran di jari manis kiri memang cukup umum, terutama karena pengaruh budaya Barat. Tapi sebenarnya, tradisi ini bisa berbeda-beda tergantung budaya dan kepercayaan. Misalnya, di beberapa negara Eropa, cincin lamaran justru dipakai di tangan kanan. Aku pribadi pernah baca bahwa ada filosofi di balik pemilihan jari manis kiri karena pembuluh darah 'vena amoris' yang konon langsung terhubung ke jantung. Lucu ya bagaimana mitos kecil bisa memengaruhi kebiasaan sehari-hari?
Tapi yang lebih menarik, sekarang semakin banyak pasangan yang memilih untuk tidak terlalu terikat dengan aturan ini. Ada yang pakai di jari tengah, bahkan ada yang menggantungkannya sebagai kalung. Intinya sih, selama kalian berdua nyaman, posisi cincin nggak harus mengikuti pakem. Justru unik kalau bisa bikin tradisi sendiri!