Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Moment Of Us

The Moment Of Us

Hanya itu saja interaksi kami. Untuk melindungi gendang telingaku dari dentuman musik di kamarnya, akhirnya aku membeli busa untuk kutempel di celah - celah pintu kamarku sehingga suara bising dentaman musik tak begitu menggangguku. Sepertinya Madame Fatima melakukan hal yang sama untuk mengamankan indera pendengarannya. Saat Ied tahun lalu, aku sempat memberinya hadiah beberapa pieces ear plug, dan dia terlihat luar biasa senang, jelas sekali kalau benda itu bukan hal yang asing untuknya. "Ya Tuhan, bagaimana ini!!!!" Aku memekik di balik bantal saat sampai di kamarku.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai compassion moments
Baca
+Pustaka
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

ucap Indah, suaranya bergetar. Rakha menyeringai. “Anda pikir, permohonan maaf bisa menghapus segalanya?” “Baiklah Pak, apa pun saya akan lakukan, jika itu bisa membuat Bapak memaafkan saya.” Rakha membalik badannya, berhadapan dengan Indah. “Cium kaki saya!” Air mata itu makin mengalir deras, tidak mampu ditahannya lagi. Indah pun menghela napas, menguatkan dirinya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai compassion moments
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

Jawab Sharla. “ Sudahlah yang telah lalu jangan disesali, semua terjadi atas kehendak Tuhan, intinya sekarang kita harus membahagiakan Al” “ Iya kak pasti, Al sekarang menjadi prioritas utama aku, tidak akan ada yang bisa menyakitinya sekarang ataupun dimasa mendatang” “ Kakak akan selalu Support kamu Shar, kamu tahu itu kan” “ Thanks kak, Oh iya kita habis ini sekalian jenguk Olivia ya”
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai compassion moments
Baca
+Pustaka
The North Compass

The North Compass

Satu-satunya mayat hidup yang bangkit dengan membawa serta jiwa dan kesadaran. Alvi hanya memberi respons berupa sebuah senyum cemooh. “Datanglah. Aku tidak pernah menolak jika ada yang datang mengantar nyawa. Aku akan mempercepat pertemuan mereka dengan kematian,” komentarnya sambil berpindah tempat dan duduk bersandar di sofa. “Ada juga kabar mengenai pencarian North Compass oleh para pemburu.” Kirra melanjutkan laporan.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai compassion moments
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Fasilitator: Laily Maeswara, Terapis Self-Compassion dan Touch Therapy Isi Workshop: Latihan self-compassion touch (menyentuh dada, wajah, atau pipi sendiri sambil berkata lembut) Menulis ulang narasi tubuh: dari “kenapa tubuhku lemah?” menjadi “terima kasih sudah bertahan” Membuat self-care kit berisi rempah, aromaterapi, dan afirmasi personal Afirmasi yang dibuat Anya dan disimpan dalam kantong aroma lavender: “Tubuhku adalah rumah yang telah menyelamatkanku. Aku mencintaimu meski kamu sering lelah.” 16.00 – Sesi Renungan & Minum Jamu Bersama
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai compassion moments
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status