Asistenku Membuatku Tak Karuan
Jarak dua meter sengaja diciptakan, cukup dekat agar ibunya tetap bisa mengawasi, tetapi cukup jauh agar percakapan mereka tidak terdengar.
Begitu pramusaji mengantarkan empat gelas teh manis hangat dan pergi, suasana langsung sepi.
Aiko menunduk, sementara Kalandra menatap kedua tangannya yang bertaut erat di atas meja. Lidahnya kelu. Sebab sehalus apa pun kalimat yang dia pilih, kebenaran ini akan tetap menghancurkan Aiko.
Kalandra mengembuskan napas berat. “Ai,” dia membuka percakapan.