Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH

Aku mende-sah, mau bilang : Ma, kan acaranya di dalam rumah, aku nggak perlu sepatu baru, tapi Mama sudah keburu beranjak ke tempat yang ditunjuknya, meraih sepatu itu, berbarengan dengan sepotong tangan lain yang mengambilnya. "Oh, maaf." Dua suara bicara bersamaan. Seorang wanita seusia Mama tersenyum sambil memegang sebelah sepatu di tangannya. Sementara yang sebelah lagi ada sama Mama. Pelayan butik yang sejak tadi melayani kami, diam sesaat. "Silahkan, anda duluan." ujarnya lagi. Mama mengucapkan terima kasih dan menyuruhku mencoba sepatu itu, yang ternyata sangat pas. Butik ini hanya menjual satu barang pada setiap item-nya. Jadi dipastikan tak ada barang yang sama dengan yang Mama peg
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Aku Madu

Aku Madu

ucap Sinta yang memandang Clarissa. Clarissa tersenyum malu saat mendengar ucapan sahabatnya. "Risa mau beli sepatu. Sepatu Risa sudah koyak," ucap Clarissa yang menunjukkan sepatu Ket berwarna hitam yang sudah koyak-koyak dan tidak layak pakai. "Aku juga, kita beli hari Sabtu ya," ucap Sinta. "Boleh, kita jalan-jalan," ucap Clarissa yang begitu sangat senang.
1027.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 971 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

Ketakutan akan kehancuran bisnis ayahnya jauh lebih besar daripada ambisinya memiliki sepasang sepatu. "Mami, tidak apa-apa kalau istri pak Presiden mau," bisik Adel dengan suara bergetar, mencoba menarik ujung baju Rianti. "Aku... aku bisa ambil model yang lain saja." Pelayan toko, dengan gerakan yang sangat berhati-hati, melangkah mendekat ke arah Sera. "Maaf, Ibu apakah sepatu ini ingin segera saya bungkus?" tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar.
1032.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

kaki ber-isinya hanya masuk sebagian, seketika ia menekuk masam. "Kok tidak muat?!" geramnya dengan sorot kesal pada si pemberi hadiah. Sembari menahan tawa, Richard berkata, "Ya, maaf, sebenarnya sepatu ini saya beli dari sebelum kamu kelas dua SMP, tapi baru bisa kasih sekarang." Sebelah tangannya menggaruk belakang kepala.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai cerita sepatu butut
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Kyuni Chan
Alhamdulillah, bisa double update lagi per hari. Yeay! Terjawab sudah pertanyaan di bab 15 wkwkwk. Hayuk, dibaca Sayangku, Cintaku, Readers terhormatku. Jangan sampai ketinggalan 😆❤ Love Regards, Kyuni Chan
Khoirul N.
Ceritanya unik dan lucu. Sangat menarik untuk dibaca. Sedikit saran kaka: 1. Bagian sinopsis kyknya perlu diperjelas kalo si tokoh panggilannya Rella. Agak yuut, pas liat nama Rella. Ini siapa? Oh, nama panggilannya. 2. Kasih enter agak jauh antarparagraf Kaka. Biar gk rempet, jd tmbah enak bacanya
Baca Semua Ulasan
Jodohku Pria Buta

Jodohku Pria Buta

"Gak juga tapi roda itu selalu berputar, gak mungkin ban itu, jalannya datar-datar aja. Mungkin hari ini kamu bisa merendahkan orang lain tapi besok, kamu gak akan tau nasib orang itu." "Elo ngecoba nasehatin gue?" "Gak juga tapi bersikaplah sopan!" "Udah udah, ah mual gue ngedengernya. Cepetan beresin semua barang lo!" Andriek tak lagi menjawab, dia langsung merapikan barangnya dan berjalan turun. "Hati-hati kalau jalan ntar kalau jatuh trus mati, janda dong gue." Keyla meneriakinya sambil tertawa. Andriek berhenti sejenak dan lanjut melangkah lagi.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO

Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO

Patra yang masih berkutat dengan sepatunya pun kaget dan mendongak. Tadinya Patra sedang membersihkan lantai saat mendadak ia hampir saja tersandung oleh sepatunya sendiri. Sol sepatunya mendadak menganga begitu lebar sampai Patra terus merutukinya. "Flat shoes kesayanganku! Mungkin kau sudah terlalu tua tapi tolonglah mengapa harus menganga saat ini? Apa aku harus bertelanjang kaki turun ke bawah? Semua orang akan melihatnya kalau kau terbuka seperti ini!"
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

“Terus... ada anak-anak di kelas. Yang emang sering ngebully aku. Mereka pura-pura ngajak main. Waktu aku taruh sepatu itu di pinggir lapangan, eh, malah mereka rusak. Dicoretin... dilempar ke got.” Udara malam terasa semakin dingin. Daun - daun beringin berdesir pelan, seperti ikut menyimak. “Sejak itu aku enggak pernah beli lagi. Aku pakai sepatu sekolah yang sobek.” Mbak Kunti menyipitkan matanya. “Kamu sayang banget sama sepatu itu. Enggak cuma soal gaya. Tapi karena kamu perjuangin. Itu simbol kecil dari kepercayaan dirimu yang pertama.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Wanita Kesayangan Tuan Duda

Wanita Kesayangan Tuan Duda

“Lalu apa itu namanya jika bukan meminta secara kasar? Anda mengaku sebagai orang hebat tetapi malah suka membesarkan masalah kecil. Cih ... Aku tidak sudi membayarnya sekalipun aku sanggup! Hanya membersihkan permukaan sepatu anda saja sudah beres masalah. Kenapa harus berbelit? Akan aku buktikan kalau kamu tidak perlu mengganti sepatu baru, tuan angkuh!” Selena Tan bergegas meraih kain lap mulut yang ada di dalam nampan yang ia letakkan di atas meja. Pergerakan yang begitu cepat dan tidak terprediksi itu membuat bos muda yang ia panggil ‘tuan angkuh’ itu tercengang. Berbekal kain lap putih itu, Selena Tan berjongkok mendekatkan dirinya pada sepatu yang membuatnya menjadi wanita sial hari i
9.611.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Menyadari kebodohannya, Gendis menutup wajahnya yang terasa hangat. "Benar-benar udik, harusnya aku tidak perlu menjerit melihat sepatu itu." Gendis merutuki dirinya sendiri. Sebagai gadis kampung, Gendis memang hanya mengetahui bahwa sepatu seperti yang dia lihat sekarang hanya dari cerita dongeng Cinderella. Namun kini, sepatu itu berada di depan matanya, bahkan sebentar lagi akan dia kenakan di kakinya.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
MR. CINDERELLA (INDONESIA)

MR. CINDERELLA (INDONESIA)

Lalu perlahan menegakkan kembali tubuh Cinta. Cinta mengangguk. “Lumayan,” ringisnya merasakan nyeri di mata kaki sembari melepaskan sepatu high heelnya. “Untung lu mahal, kalo murah udah gue buang lu!” Lalu menggerutu kesal pada sepatu mahalnya seakan sepatu itu nyaris membunuhnya.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai cerita sepatu butut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status