Kutukan Perjaka Tua
"Saya lebih suka kamu yang seperti tadi."
Aku menghela napas dalam-dalam. Oke. Hanya mengganti saya ke aku, kan? Tidak masalah. Aku sudah terbiasa menggunakannya ke semua orang. Jadi, tidak akan ada yang spesial dari perubahan kata ganti ini.
"Aku nggak tau sebesar apa masalah Abang. Tapi, aku minta Abang pulang. Ya?" Aku tatap lekat-lekat lelaki itu. "Demi Acha, Bang."