Samaran Terakhir
Langit di atas Metropoetika mulai memudar warnanya bukan karena malam, melainkan karena waktu dalam dunia Lena mulai tidak lagi stabil. Bukan waktu jam atau hari, tapi waktu naratif: urutan kejadian, sebab-akibat, bahkan logika motivasi karakter mulai bergeser. Lena merasakannya saat ia melangkah ke arah menara tinggi di tengah reruntuhan paragraf yang hancur: Menara Prologon.