Jenderal Tiran Itu Suamiku
"Jenderal, saya udah coba inget-inget lagi detail lain yang mungkin kelewat."
"Duduk," Wira nawarin kursi.
"Cerita apa aja yang kau inget."
Ki Bramantyo duduk pelan-pelan.
"Selain suaranya, saya juga inget satu hal—dia buru-buru banget waktu itu, kayak ada batas waktu yang harus dia kejar. Dia bilang, 'nggak ada waktu', bukan cuma sekali."
"Batas waktu buat apa?" Ratri nanya.