Sisa Cahaya di Jalan Gelap
Galuh membuka pintu, lalu masuk terlebih dahulu, menyalakan lampu kabin yang redup.
“Masuk,” perintahnya singkat.
Ratri masuk pelan-pelan, duduk sebentar di jok penumpang. Namun Galuh segera mengatur kursi agar merebah rata. Tanpa banyak bicara, Ratri pun langsung berbaring, tubuhnya terasa begitu ringan tapi jiwanya berat, seakan ia sedang meletakkan dirinya di altar pengorbanan.
Galuh menatapnya dengan puas. Ia hanya membuka celananya saja, lalu mendekat. Nafasnya berat, matanya tak lepas dari wajah Ratri yang menatap langit-langit mobil dengan kosong.
Hot Chapters