Godaan Maut CEO Cantik
Vandella mendekatkan wajahnya, hembusan napasnya yang beraroma mint dan kopi menerpa bibir Jovian.
"Tapi kau... kau gemetar bukan karena takut, kan?"
Mata Jovian menyipit di balik kacamata. Ia sadar Vandella sedang mengetesnya.
Dia bosan, analisis Jovian dalam hati. Dia memiliki segalanya—uang, kuasa, takhta. Dia mencari mainan yang tidak mudah rusak. Dia melihat potensiku bukan hanya sebagai aset perusahaan, tapi sebagai tantangan pribadi.
Hot Chapters