PURA PURA JADIAN
Tak lama kemudian, aroma masakan mulai memenuhi rumah, dan aku harus mengakui, baunya cukup menggoda.
Tapi, begitu aku masuk ke dapur, aku langsung tahu bahwa ekspektasi harus diturunkan. Dapur berantakan seperti habis dihantam tornado. Tepung berserakan di mana-mana, panci-panci berantakan, dan Reyhan berdiri di tengah dengan celemek penuh noda.
"Kamu masak apa ini?" tanyaku sambil menahan tawa.
Reyhan tersenyum canggung. "Spaghetti carbonara ala Reyhan. Ehem, sedikit eksperimen sih."