Renjana
Irine masih menatapku tak bergeming.
"Gak sampai retak juga kali Rin, emang sedikit sakit dan perih, tapi masih bisa kok, janji deh besok aku cek ke dokter," aku mengangkat kedua jariku dan berjanji untuk periksa ke dokter keesokan harinya, tapi yang jelas bukan malam ini. Alasan kenapa tidak ada lecet dimotor Ida, karena mobil itu menabrak lututku dibagian kiri. Aku tak menyangka sekeras itu, sehingga membuat bagian samping depan mobil Avanza abu-abu itu penyok ke dalam. Aku menunduk melihat lututku, biru, eh bukan, hitam, dress selutut yang ku pakai tidak bisa menutupi memar itu seluruhnya, masih ada bagian memar yang terlihat ketika aku berjalan. Aku berusaha berjalan senormal mungkin dem
Sikat na Kabanata