Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DENDAM

DENDAM

Menguar bau amis, bau amis darah. Mataku menelusuri seisi kamar, kamar Alia nampak rapi, namun berbau amis darah. Rasa penasaranku,l semakin menarik, kemudian aku berjalan menuju nakas. Kutarik laci mejanya, betapa terkejutnya aku. Alia, begitu banyak ia memiliki berbagai mata pisau yang sangat tajam-tajam. Kutarik laci kedua, aku semakin syok. Banyak foto Alena.
1024.6K viewsCompletedAdded to Library 787 Times as dampo awang
Read
+Library
Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

Saat aku mulai berpindah hendak merapikan tumpukan kertas bekas, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan. Tergesa aku bangkit berpaling dan mendapati Bu Dama yang masih berdiri di depan. “Nay, kenapa ponsel kamu gak aktif?” tanya wanita tinggi besar yang memakai gamis berwarna hijau tosca tersebut. “M-maaf, Bu. Ponsel saya kemarin jatuh ke air, jadi rusak,” sahutku. Benar saja, satu-satunya kusesali karena kecerobohan kemarin hanya ponsel yang rusak karena terkena air laut.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as dampo awang
Read
+Library
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Read All Reviews
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Dasar wong edan!" #Jangan lupa Follow , like dan komen
17.8K viewsOngoingAdded to Library 463 Times as dampo awang
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Angin menggeser permukaan air, menimbulkan riak-riak halus yang memantulkan cahaya seperti mata-mata kecil yang mengintai. Ayu berdiri paling depan. Tangannya menggenggam kain merah yang diwariskan neneknya, kain yang katanya hanya akan bergetar ketika bahaya mendekat. Malam ini, kain itu berdenyut halus, seakan bernapas bersama rawa. Di belakangnya, Damar menyiapkan jimat terakhir ukiran kayu hitam yang telah direndam doa dan darah ayam cemani. Wajahnya keras, tetapi matanya menyimpan keraguan yang tak bisa ia sembunyikan.
851 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as dampo awang
Read
+Library
DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

joya melirik Wangsa yang dari tadi tak bersuara. “Joy, kali ini saja, kamu nurut sama kami, ya? Kasihan Damar, ada banyak hal yang harus dia urus. Dia juga harus mikirin cabang baru kafenya yang di Bantul. Iya, kan, Mar?” wangsa menatap ke arah Damar. Damar masih belum menangkap apa yang Wangsa maksudkan, akan tetapi lelaki itu memilih mengangguk, mengiyakan saja tanpa banyak tanya. “Eh, iya- iya, Om.”
9.914.3K viewsOngoingAdded to Library 456 Times as dampo awang
Read
+Library
Vampire Kesayangan Duke Berbahaya

Vampire Kesayangan Duke Berbahaya

Dia memaksa pria itu untuk menoleh ke depan. Pandangan Damio kini beralih ke pepohonan beri oranye itu. Buah-buahan hutan itu sangat istimewa buatnya. Elora menggoda tunangannya, "tadinya aku mengira itu makanan ular. Aku tidak mengira ada bangsawan yang suka buah-buahan hutan." Damio balas mengejek, "Sayang, aku tahu kamu bodoh, tapi aku tidak mengira sebodoh ini— ular itu karnivora, mana ada yang makan buah?“
9.79.8K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as dampo awang
Read
+Library
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Wuri menatap kembali jam tangannya, lalu mengangguk. “Kamu cepat sekali ganti bajunya?” Wuri takjub, karena Awan sudah siap dengan penampilan berbeda dari sebelumnya. “Iya. Aku pakai alat Doraemon.” Jawab Awan asal. “Ngawur kamu!” Wuri tersenyum mendengar jawaban Awan.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as dampo awang
Read
+Library
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

"Jagung dan kacang rebusnya, Bang? Lumayan, kan, sebagai teman mengobrol malam ini." Gadis itu menyorongkan bakul yang isinya masih sisa setengah kepada mereka berenam. Arman menatap tubuh sekal Menur yang terbalut kebaya merah dan rok batik lurik sebatas mata kaki. Jakunnya naik turun dipengaruhi birahi tinggi. Tiba-tiba saja sebuah ide melintas di benaknya. "Berapa total semuanya, Supik? Saya akan membeli semuanya." Arman mengeluarkan beberapa lembar pecahan rupiah dari kantong kemeja.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as dampo awang
Read
+Library
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

Dygta terus mendekat, menekannya. "Duh, kok Oma nggak angkat telepon Alia sih? Oma, ayo dong angkat. Alia nggak lagi bercanda, kasian Bunda." Alia bergetar, memegang ponselnya. Ketakutannya semakin kuat. Netra Amaliya dan Dygta terus saling menatap. Netra keduanya seolah sedang 'berperang'. Lokasi Mihran
5.58.2K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as dampo awang
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status