Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Angin menggeser permukaan air, menimbulkan riak-riak halus yang memantulkan cahaya seperti mata-mata kecil yang mengintai. Ayu berdiri paling depan. Tangannya menggenggam kain merah yang diwariskan neneknya, kain yang katanya hanya akan bergetar ketika bahaya mendekat. Malam ini, kain itu berdenyut halus, seakan bernapas bersama rawa. Di belakangnya, Damar menyiapkan jimat terakhir ukiran kayu hitam yang telah direndam doa dan darah ayam cemani. Wajahnya keras, tetapi matanya menyimpan keraguan yang tak bisa ia sembunyikan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as dampo awang
Read
+Library
Dendam Anak Angkat

Dendam Anak Angkat

Dion senyuman. “Makanya kamu nggak bisa melupakanku, ‘kan?” tanya Dion dengan tatapan nakalnya. “Kepedean!” ucapnya kembali menoleh. “Ha … ha …!” Tawa Dion kembali membahana. Wajah tampannya kian terlihat semakin memesona. “Masa, aku merana sendiri,” ucapnya bergaya arogan. “Dasar Mas, ya? Jadi, Mas bener-bener sengaja, biar aku nggak bisa lupain, Mas?”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as dampo awang
Read
+Library
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

batin Darto bermonolog Dengan tangan yang masih gemetaran Darto meneruskan membaca Darto berusaha menetralkan dentuman jantungnya, dengan sisa keberaniannya, dan rasa penasarannya Darto lagi-lagi mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan itu, berharap ada penampakan gadis cantik tadi malam, tapi tak juga ada penampakan, Darto menghirup napas panjang lalu menghembuskan sekerasnya, berharap dengan cara itu dia dapat menetralkan gemetarannya
9.882.7K viewsOngoingAdded to Library 2.1K Times as dampo awang
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Menguar bau amis, bau amis darah. Mataku menelusuri seisi kamar, kamar Alia nampak rapi, namun berbau amis darah. Rasa penasaranku,l semakin menarik, kemudian aku berjalan menuju nakas. Kutarik laci mejanya, betapa terkejutnya aku. Alia, begitu banyak ia memiliki berbagai mata pisau yang sangat tajam-tajam. Kutarik laci kedua, aku semakin syok. Banyak foto Alena.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 792 Times as dampo awang
Read
+Library
Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

Saat aku mulai berpindah hendak merapikan tumpukan kertas bekas, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan. Tergesa aku bangkit berpaling dan mendapati Bu Dama yang masih berdiri di depan. “Nay, kenapa ponsel kamu gak aktif?” tanya wanita tinggi besar yang memakai gamis berwarna hijau tosca tersebut. “M-maaf, Bu. Ponsel saya kemarin jatuh ke air, jadi rusak,” sahutku. Benar saja, satu-satunya kusesali karena kecerobohan kemarin hanya ponsel yang rusak karena terkena air laut.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as dampo awang
Read
+Library
DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

joya melirik Wangsa yang dari tadi tak bersuara. “Joy, kali ini saja, kamu nurut sama kami, ya? Kasihan Damar, ada banyak hal yang harus dia urus. Dia juga harus mikirin cabang baru kafenya yang di Bantul. Iya, kan, Mar?” wangsa menatap ke arah Damar. Damar masih belum menangkap apa yang Wangsa maksudkan, akan tetapi lelaki itu memilih mengangguk, mengiyakan saja tanpa banyak tanya. “Eh, iya- iya, Om.”
9.914.4K viewsOngoingAdded to Library 460 Times as dampo awang
Read
+Library
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

pinta Ningsih. "Baik teh " kata Nio sambil membawa Nampan berisi Soto Banjar dan sepiring perkedel kentang . Ningsih pun menuju toilet , dari kejauhan dia memang mendengar suara Damar , suaminya. Sepertinya dia sedang marah kepada seseorang , cukup aneh juga. "kamu itu di bilangin kok ngeyel seh , dengarkan aku " kata Damar dengan nada suara sedikit keras
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 520 Times as dampo awang
Read
+Library
Vampire Kesayangan Duke Berbahaya

Vampire Kesayangan Duke Berbahaya

Dia memaksa pria itu untuk menoleh ke depan. Pandangan Damio kini beralih ke pepohonan beri oranye itu. Buah-buahan hutan itu sangat istimewa buatnya. Elora menggoda tunangannya, "tadinya aku mengira itu makanan ular. Aku tidak mengira ada bangsawan yang suka buah-buahan hutan." Damio balas mengejek, "Sayang, aku tahu kamu bodoh, tapi aku tidak mengira sebodoh ini— ular itu karnivora, mana ada yang makan buah?“
9.710.0K viewsCompletedAdded to Library 350 Times as dampo awang
Read
+Library
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Wuri menatap kembali jam tangannya, lalu mengangguk. “Kamu cepat sekali ganti bajunya?” Wuri takjub, karena Awan sudah siap dengan penampilan berbeda dari sebelumnya. “Iya. Aku pakai alat Doraemon.” Jawab Awan asal. “Ngawur kamu!” Wuri tersenyum mendengar jawaban Awan.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as dampo awang
Read
+Library
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

"Jagung dan kacang rebusnya, Bang? Lumayan, kan, sebagai teman mengobrol malam ini." Gadis itu menyorongkan bakul yang isinya masih sisa setengah kepada mereka berenam. Arman menatap tubuh sekal Menur yang terbalut kebaya merah dan rok batik lurik sebatas mata kaki. Jakunnya naik turun dipengaruhi birahi tinggi. Tiba-tiba saja sebuah ide melintas di benaknya. "Berapa total semuanya, Supik? Saya akan membeli semuanya." Arman mengeluarkan beberapa lembar pecahan rupiah dari kantong kemeja.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as dampo awang
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status