Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Dara menarik wajah sejenak, memutus pagutan panas mereka demi menghirup napas yang sudah memburu cepat, membiarkan benang saliva tipis terputus di antara bibir mereka yang basah mengkilap.
Dengan tatapan mata yang sayu dan penuh pengabdian asmara, ia mengelus rahang kokoh Pram yang ditumbuhi jambang tipis.
”Mas... beban pikiranmu dari Indonesia sampai ke Belanda ini sangat banyak dan berat. Biarkan aku menghiburmu sejenak sore ini, mengendurkan semua syaraf keteganganmu sebelum kita menghadapi masalah sulit ini di perusahaan,” bisik Dara manja sembari tangannya mulai merayap turun ke bawah, meraba tonjolan keras yang mulai menegang maksimal di balik celana panjang Pram.