Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

"Tunggu dulu!" Saat Mariana hendak berjalan mendekat ke arah Aslan, ia tak sengaja menyandung sebuah batang pohon besar yang menjalar di atas tanah. Sontak hal itu membuat Mariana kehilangan keseimbangan dan hampir membuat ia terjatuh jika sebuah tangan kekar tak menangkapnya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as dayang sumbing
Read
+Library
DANYANG

DANYANG

Nala melepaskan pergelangan tangan Dimas, lantas memberi penjelasan ke dua, "pengorbanan. Ada yang menyebutnya sebagai sesajen dalam ritual untuk melakukan perjanjian dengan penguasa kerajaan ghaib seperti Danyang, atau sebagian besar dari kita mungkin lebih akrab dengan istilah tumbal. Benang merah ini adalah petunjuk bagi Danyang bahwa kalian adalah tumbal yang sudah dipersembahkan untuknya." Dayu tersentak mendengar kata tumbal yang baru saja Nala sebutkan. Ini bukan pertama kalinya bagi Dayu mendengar istilah tumbal, Dayu bahkan cukup akrab dengan istilah yang umum digunakan meski untuk banyak maksud itu. Dayu menoleh ke arah Dimas dan cowok enam belas tahun pemilik mata cokelat itu terl
106.9K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as dayang sumbing
Read
+Library
Daun Yang Sumbang

Daun Yang Sumbang

Jika kami digabungkan dalam sebuah lirik lagu, maka akan terlihat sumbang. Maka ku biarkan daun-daunku terbang di makan zaman. Tak berniatku untuk mencari angin aataupun awan. Apalagi berniat supaya Tuhan datangkan hujan. Maka biarkanlah daun ini bernyanyi walau terdengar sumbang. Bila masanya tiba tentu dia juga akan diam dan jatuh dalam kubangan kenangan. ***
102.1K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as dayang sumbing
Read
+Library
SATE DAGING AYAH

SATE DAGING AYAH

pikir Danang. Beberapa kali tangan dan wajah Danang jatuh terkulai mencium lantai. Dengan nafas terputus-putus ia mengangkat kepala. Tangannya kemudian bergerak mengikuti. Maju bergantian mencengkram lantai yang keras dan dingin, mencakar dengan kuku untuk mendapat pegangan serta tenaga tambahan.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as dayang sumbing
Read
+Library
LOVE BROTHER

LOVE BROTHER

Bersambung" 🤣🤣🤣😂🤪🤪🤪
1011.4K viewsOngoingAdded to Library 319 Times as dayang sumbing
Read
+Library
Kisah Para Penggetar Langit

Kisah Para Penggetar Langit

Gerakan Suma Sun menjadi sangat lambat, dan tak mampu mengimbangi kecepatan Kam-tayhiap. Wajah dan tubuh Suma Sun sudah bersimbah darah. Hanya dalam hitungan detik, ia mungkin akan ambruk. Pingsan atau mati. Hanya tebing batu tempatnya bersandar yang membuatnya masih sanggup berdiri. Kilatan pedang, dan semburan darah. Hanya itu yang mampu dilihat orang-orang saat ini.
9.959.2K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as dayang sumbing
Show Reviews (35)
Read
+Library
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Aira
A Masterpiece. Sebuah Mahakarya. Kerinduan membaca kembali karya-karya Sang Master Khoo Ping Ho dan kisah 'Sang Nabi' Kahlil Gibran terobati dengan tuntas. gaya bahasa yang santun, runtut dan lugas, memberi nuansa khas membawa romansa masa silam.... cara penulisan yang dewasa ini jarang dijumpai.
Read All Reviews
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as dayang sumbing
Read
+Library
Takhta yang Dibayar Air Mata

Takhta yang Dibayar Air Mata

Dayang Sumbi merasa hatinya diiris-iris. Entah berapa lama waktu telah berlalu, guncangan tubuh itu perlahan mulai mereda. Arum menyibak selimutnya, menampakkan wajah yang berantakan oleh bekas air mata, tetapi anehnya terlihat begitu tenang. Dia menatap Dayang Sumbi yang matanya kabur oleh air mata. Suaranya terdengar serak, tetapi setiap kata yang terucap begitu tegas dan jelas, "Sumbi, cukup kali ini saja."
13.2K viewsCompletedAdded to Library 501 Times as dayang sumbing
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status