Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Pada waktu itu, Sumbing Gerhana sudah memperoleh kekuatannya kembali, ia cepat berdiri dan menggeram sambil melepas ujung cambuknya, siap untuk dilecutkan. "Feremfuan setan! Seenaknya saja kau remas aku, hah! Kau harus terima walasanku, hiihh...!" Traepp...! Cambuk yang dilecutkan melilit di tangan Dayang Selatan yang digerakkan ke atas. Dengan cepat cambuk itu digenggamnya. Sumbing Gerhana mencoba menarik dengan kekuatan penuh, Dayang Selatan makin kuat meremas cambuk. Dan tiba-tiba tubuh Sumbing Gerhana tersentak ke belakang dengan kerasnya. Cambuknya terlepas dari tangan, tubuhnya mental jauh hingga membentur dinding barak.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 710 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Dengan bibir yang digerakkan secara lambat, Tumang itu melirih pelan. “Dayang Sumbi.” Dia melirih memanggil namanya, Dayang Sumbi, dengan menyorotkan mimik muka orang yang benar-benar terluka pada perasaan. Itu adalah satu ekspresi yang benar-benar langka dilihatnya dari Tumang yang biasanya akan menampilkan senyuman manis selama siang dan malam di setiap hari-harinya, … sampai-sampai membuat Dayang Sumbi tersentak.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Bintang

Dendam Sang Bintang

Dia tahu inilah pertarungan yang sebenarnya. Tubuh Ekaputra kini dikelilingi angin kencang. Hal yang sama juga terjadi pada Bintang. "Sepertinya mereka sama-sama menggunakan tenaga angin," ujar Kumbara khawatir. Kumbara memilih ikut serta dengan alasan, jika terjadi sesuatu maka dia bisa Langsung mengadakan pertolongan pertama. Kini mereka tidak bisa lagi membedakan mana Ekaputra dan mana Bintang. Tiba-tiba ....
7.56.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

'brrmmm' Terdengar suara mobil meraung diatas sana. "Pasti mereka." ucap Jingga. "Ayoooo! Apakah kau yakin hari itu Jingga benar-benar sudah mati saat kita membuangnya disini hahh?" teriak seseorang yang snagat lantang terdengar di atas lembah berteriak. "Aku sangat yakin Tuan, wanita itu terjatuh ditebing setinggi dan securam ini. Mana mungkin selamat Tuan!" ucap seorang pria kembali menjawabnya.
825.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 923 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

tanya David dengan bibir bergetar. "Iya, ini Mommy, Sayang," jawab Hanum memeluk tubuh sang anak. Tangis Hanum semakin menjadi saat dia memeluk erat putranya. "Lalu siapa yang dulu meninggal?" tanya David tidak mengerti, mengapa takdir seolah mempermainkan dirinya. "Mommy," ucap David mengeratkan pelukannya. David menangis di dalam pelukan sang mama yang selama ini dia rindukan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Dia Yang Merebut Suami dan Anakku

Dia Yang Merebut Suami dan Anakku

“Gadis bodoh, kalau aku tidak berbuat baik padamu,mau baik pada siapa lagi? Aku membuat isian udang kesukaanmu, kondisi kesehatanmu sedang tidak baik, jadi kamu perlu lebih banyak makan.” “Ya, bibi cantik, makan ini, ini lezat.” Mereka bertiga duduk di meja sambil menikmati dan seolah-olah aku adalah orang luar. Melihatku datang, Kevin berdeham dan berkata, “Aku membuat pangsit udang, makanlah.” “Ya, pangsit buatan Kevin sangat lezat, ayo kamu cicipi!” Maudy berkata sambil menaruh pangsit di mangkukku.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
ARI SIHOMBING

ARI SIHOMBING

Sambil cubit-cubit tempe goreng, sambal, dan tumis kangkung. "Sabar dikit dong dik.. kamu itu ya nyebelin.. sini tak sentil." Begitulah Adi yang meladenin adiknya yang usil itu. Lalu Rendy lari pergi ke kamarnya setelah mencubit tempe ke sambal. Terus Ari mengejarnya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai dayang sumbing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status