Pembalasan Tuan Muda Terkuat
Dari dalamnya, sosok itu bangkit perlahan.
Pria itu tidak tampan dalam pengertian yang mencolok, wajahnya biasa saja.
Tapi ada sesuatu dalam cara dia berdiri, dalam cara matanya membuka, yang membuat seluruh ruangan terasa lebih kecil dari sebelumnya.
Martabat bukan sesuatu yang dia kenakan seperti jubah. Itu bagian dari setiap hembusan napasnya.
Demon Saint.
Matanya terbuka, menatap keempat Demon Lord dengan tatapan yang tidak mengandung kejutan, tidak mengandung amarah.