Sang Penakluk Dewa
Alfonzo Perez lintang kemukus dini harimata perih saat bangun tidurpingsan tapi masih sadargambar lintah
sergah Raden Dahlan.
“Hahaha, anda memang selalu yang terdepan, ketua. Silahkan,” pria berkumis tebal bernama Duma tadi kembali tertawa, sementara Raden Dahlan mulai melangkah mengambil salah satu bangku kayu untuk dilemparkan ke arah rombongan Lintang.
Wush!
Sebuah bangku berukuran panjang melayang dengan cepat menuju ke depan meja Lintang.