Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duka Pernikahan

Duka Pernikahan

“Ya, sama aku juga kangen.” “Mas, aku beli daster sama Mama kemarin.” “Hah? Kamu mau pakai daster?” “Iya, biar nanti pas perutnya besar. Aku pakai daster aja.” Daster adalah baju panjang yang memiliki motif bunga atau batik bukan? Hanif sering melihat itu ketika bertemu di jalan dengan wanita hamil atau saat dia sedang ada di minimarket. Membayangkan istrinya memakai pakaian itu pasti terlihat sangat lucu. Apalagi tubuh Renjana yang sedikit kurusan. Pasti dia senang melihatnya. “Nanti pakai waktu kita berdua, oke! Simpan dulu dasternya.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Mendengar pengakuan jujur yang meluncur langsung dari mulut orang yang paling mereka agungkan itu, Kusna dan Kusni seketika langsung terbelalak kaget bukan main sampai-sampai tubuh mereka berdua hampir saja terjengkang ke belakang dari tumpuan tongkat kruk ketiak yang mereka gunakan untuk berdiri. Toni, Linda, Sanjaya, beserta seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu pun ikut dibuat kaget dan terkesima karena Denny yang terkenal sangat angkuh ternyata telah mengonfirmasi sendiri keunggulan dari level kekuatan tempur yang dimiliki oleh Teja.
1049.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku

Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku

Kemudian digoreng. Masakan itu disajikan dengan saus khas wilayah Alvred sebagai pengganti saus yang biasa dinikmati Airlea di dunia modern. Masakan itu disajikan. Airlea memotong sedikit bagian dan mengarahkannya ke mulut Damiane, dengan semangat Damiane membuka mulutnya tetapi suapan itu kemudian Airlea tarik kembali dan Airlea mengarahkan makanan itu ke mulutnya, dia sedang menjahili Damiane yang sedang lapar.
535 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Ia pun mendongak, dan akhirnya menyaksikan sebuah gunung yang tampak sangat mirip dengan kepala banteng menjulang di kejauhan. Dua puncak kecil yang tegak lurus bagaikan tanduk banteng, dan bagian menonjol di depannya menyerupai hidung banteng. Gunung itu tidak terlalu tinggi, namun karena “hidung banteng”-nya, luas wilayah yang ditempati tampak sangat besar. “Akhirnya ketemu!”
9.960.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Suami Bisu Sang Pelindung Nomor Satu

Suami Bisu Sang Pelindung Nomor Satu

gumam Cakrha santai, seolah ketelanjangan di depan rekannya adalah hal yang lumrah bagi sesama anggota Unit X. Denzel mencoba membuang muka kembali ke layar laptop, namun sudut matanya tidak bisa berbohong. Ia menyaksikan Cakrha membungkuk cukup rendah di depan lemari pakaian yang terbuka. Gerakan itu kembali memamerkan pemandangan yang membuat napas Denzel tertahan, lengkungan bokong yang padat itu merenggang, menyingkapkan lubang sempit yang tampak bersih dan merah dengan sangat jelas.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Ani pun melayangkan doa untuk lelaki sang pujaan hati, berharap Riki bisa mengerti dan tak menyerah mengejar cintanya. Secangkir wedang jahe yang uapnya masih mengepul, ditemani dengan makanan khas pedesaan yaitu singkong goreng menjadikan suasana di ruangan depan kamar Ani semakin nikmat saja. Kakek Samad mengambil satu singkong goreng, lalu dimasukkan ke mulut. Dia pun sangat menikmati makanan yang dibuat oleh istrinya itu. Sampai-sampai, pujian demi pujian dilayangkan kepada Nek Iyam hingga ada bintik-bintik merah di pipi pendamping hidupnya itu, malu. *
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Tak lama lagi air mungkin bahkan meluber naik hingga ke lereng tepian sungai. Barangkali hujan lebat berhari-hari terjadi di puncak Dieng sana, sehingga kemudian airnya menjelma banjir besar di titik ini. Penunggang kuda yang bertubuh mungil dan sejak tadi selalu ditempatkan di titik paling tengah mengurai jilbabnya, yang membungkus rapat dan hampir menutup keseluruhan wajah. Ia menatap nanar ke aliran sungai tepat di hadapannya.
9.526.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai dengkul menonjol
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Tangan Pakdo Ramli masih mengacungkan kalung itu. Jeritan Menur memecah langit Desa Kumpeh. Sosoknya berusaha melepaskan diri dari makhluk merah yang terlihat murka, sedangkan Pakdo Ramli kembali duduk bersila. Matanya terpejam. Konsentrasinya fokus pada sosok Menur yang bergetar hebat sekuat tenaga seperti hendak keluar dari raga si makhluk merah.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Oia, sekalian kompor, sama dispenser. Mesin cuci juga sepertinya.” “Kenapa jadi beranak pinak?” Cita duduk di samping sang mami, sembari menggeleng. “Katanya cuma kulkas sama AC?” “Mami, kan, harus masak juga, Cit.” Sandra meraih buku menu yang sudah berada di meja, lalu melihat daftar minuman terlebih dahulu. “Dispenser buat minum, terus mesin cuci … Mami bisa encok kalau harus nyuci pake tangan terus-terusan. Lagian, tabungan Mami juga masih banyak. Cukup buat hidup … ya, cukuplah pokoknya. Masih banyak.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Walah, Den Bagus nanya apa ngeledek nih? Gendon udah bikin pil Anti Lebah Hitam. Kabut beracun mah lewat, asal jangan kabut asmara aja. Kabut asmara dek Candrika lagi tebel-tebelnya.” Candrika yang sedang merapikan bekal makanan hanya bisa mendengus pelan, meski sudut bibirnya terangkat sedikit. “Simpan bualanmu itu, Ndon. Fokuslah pada perjalanan. Jika Bukit Batu Suci adalah markas utama Tedung Sukma, maka lawan kita kali ini bukan sekadar pengawal tumenggung yang penakut.”
928.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai dengkul menonjol
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status