Suami Warisan
Keduanya berdiri di pinggir cerukan, dalam genggaman Narendra ada merah delima milik Dyah Pitaloka.
“Jadi kita tidak perlu sarapan atau mandi dulu?” tanya Narendra.
“Enggak usah kali, ya?” Rengganis meringis, “aku takutnya kalau kelamaan di sini, orang-orang bakal curiga…”
Benar juga. Narendra mengangguk “Baiklah. Siap?”
Rengganis mengangguk.
“Tarik napas dalam…”
Rengganis menuruti instruksi Narendra, keduanya saling melempar pandang sebelum menceburkan diri ke dalam cerukan.