Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Kalau kau gagal, maka Dewa Dungdung menghadang perjalanan kitab itu di pantai yang menuju ke Bukit Gulana, dekat perbatasan wilayah itu. Ngerti?" Dewa Dungdung yang bertubuh kurus ceking itu mengangguk dengan mulut bengong bagaikan tak paham atas penjelasan tersebut. Dewa Dungdung memang bertampang bloon, tapi kesaktiannya terletak pada benda kecil yang dapat ditabuh sewaktu-waktu dan getaran suaranya bisa memecahkan gendang telinga lawan dalam sekali tabuh. Karena itulah maka ia dijuluki sebagai Dewa Dungdung.
1031.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

kata pendekar Gunung Dingjun Mendadak Pak Beng berteriak, "Hei, kalian kalau mau berkelahi, tarung saja di bawah sana, jangan mengganggu pertarungan di atas panggung, kita tak peduli siapa dari kamu yang naik panggung, yang penting jumlahnya hanya sebelas orang."
1044.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dengkul menonjol
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

“Belum tahu nih pak, kemana ya enaknya?” “Kalau Pantai Daplangu bosen banget ya,” celetuk Fatma. “Eh iya, Kalian udah pada ke Ujung Kulon belum?” tanya pak Zamzami. “Ini kan kita lagi di Ujung Kulon pak hehehe,” jawab Mustafa. “Ke sana, ke Cilintang. Desa terakhir di Sumur Pandeglang. Itu pintu masuk jalan darat kalau mau ke Sang Hyang Sirah.”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

tanya Rangga. Jiwan tampak terkejut mendengar pertanyaan Rangga, tapi sedetik berikutnya raut wajahnya kembali normal. "Oh, Pasar Dieng ada di lereng dekat dengan puncak Lawu. Tapi Pasar itu hanya buka di malam hari khususnya di malam Sukra,"jelas Jiwan. "Berarti baru besok malam pasar itu buka ya,"ujar Rangga.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Tampaknya kekacauan akan segera berubah menjadi adu kedigdayaan maut antara dua aliran berseteru. -o0o- Dengan mengandalkan pengerahan segenap ilmu meringankan tubuhnya, Dedengkot Sinting memang tiba sebelum malam di tempat tujuan. Namun di sana, dia cuma bisa meneruskan kerja menggaruk-garuk. Tak ditemukan siapa-siapa di sana. Masalahnya memang bukan karena 'tak bisa' menemukan, melainkan 'tak mungkin' menemukan. Mana mungkin dia menemukan muridnya atau Nini Jonggrang di sana, sementara mereka sedang berada di Gunung Sewu.
99.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
AJISEKA

AJISEKA

Dan hal itu di manfaatkan oleh Dewi Wengi untuk berusaha secepatnya menghabisi Galuh. Haryo Wicaksono yang menyaksikan itu tidak dapat lagi menahan dirinya, ia keluar dari tempat persembunyiannya manakala Dewi Wengi bersiap melempar senjata kecilnya. Ya, sebuah benda yang di sebut cunduk mentul. Ukurannya normal seperti alat perias rambut pada umumnya, dan simbol benda itu sesuai dengan nama padepokan yang ia pimpin. Trang!
9.53.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pria bertopeng telah mengubah semua apa yang ada di kultus sehingga membuat ini terlihat nyata sebagai medan perang. Para keturunan tak langsung Wen Hu Jie lekas bergerak memasuki Kultus Putih semakin jauh dan dalam. Di tempat besar yang berada di puncak gunung ini memiliki banyak sekali tempat yang harus diperiksa sehingga itu akan memakan banyak waktu.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

kata Zhao Kong sembari menjura hormat. “Tak salah memang orang-orang menjulukimu Si Peneduh Angin, dengan sekelebat tangan kau mampu menghancurkan pintu besar itu,” ujar Chiu Sek, pendekar sakti yang dikenal kejam. “Akhirnya perjalananku dari Dali tidak sia-sia. Sudah lama kudengar nama besar Pangeran Zhao Kong, kini beruntung dapat bertatap langsung,” ucap Duan Fang You dengan senyum lebar.
8.218.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Obrolan ringan mereka terhenti oleh suara bel yang tiba tiba berbunyi. "Siapa, ya? Sepertinya kita tidak ada janji dengan siapa-siapa," kata Inge sambil mengerutkan kening. Dion bangkit untuk membuka pintu. Di depannya, berdiri Adam, sahabat karibnya. Ia tidak datang dengan setelan bisnisnya yang biasa, hanya mengenakan kaus polo dan celana jin. Di tangannya ada sebuah kantong kertas besar dari toko mainan.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

dengus Gita kesal. "Kalau kau memang ingin bersama ku, coba kau buktikan dengan cara itu." tegas Arya tak ingin di bantah.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai dengkul menonjol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status